Postingan

Kopi dalam Cangkir Bergambar Gadis Berhias Mutiara

Gambar
Kolonialisme abad ke 16 sampai 19 telah membawa minuman penyegar semacam kopi ke meja orang Eropa. Negeri Belanda menangguk banyak keuntungan dari kolonialisme dan kini tetap menjadi peminum kopi terbesar di dunia. Kejayaan perdagangan dengan Asia Tenggara pada abad ke 18 membuat Belanda menjadi kekuatan ekonomi dunia. Seorang pedagang bernama Egbert Douwes memanfaatkan momentum ini. Ia mendirikan sebuah toko bernama De Witte Os (Kerbau Putih) di Joure, Friesland yang ada di bagian utara Belanda pada 1752. Toko itu menjual kopi, teh dan tembakau. Ketiganya adalah produk stimulan yang digemari orang Belanda seiring terbukanya perdagangan hasil bumi dari kawasan tropis. Kongsi bernama Ve reenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang berdiri pada 1602 di Belanda adalah multinasional yang saat itu memasok berbagai kebutuhan tadi. Belakangan De Witte Os berubah nama beberapa kali, dan akhirnya memakai nama Douwe Egbert sebagai merk. Lambangnya adalah inisial “DE” berwarna putih dalam li...

Gunung Budheg: Penjaga Kabupaten Tulungagung

Gambar
Manusia membangun pemukiman dengan memperhatikan berbagai aspek geografi di sekelilingnya sejak zaman purba. Nenek moyang kita menempati gua-gua yang strategis letaknya, membangun desa di tepian air, dekat lahan yang subur, atau di atas perbukitan untuk melindungi diri dari ancaman musuh. Pemahaman ini juga terbawa tatkala manusia membangun pusat-pusat pemerintahan: manusia di Jawa misalnya, acapkali membangun pemukiman dengan pemahaman yang melampaui kodrati. Gunung dan laut, menjadi titik-titik geografi yang dihubungkan secara strategis untuk memantapkan keseimbangan kosmis.  Demikian pula di Tulungagung, sebuah kabupaten di sisi Selatan Provinsi Jawa Timur. Hampir delapan kilometer di selatan ibukota Tulungagung terdapat Gunung Budheg –sebuah bukit batu dengan puncak sekitar 530 meter di atas permukaan laut. Entah sengaja atau tidak, titik pusat ibukota Tulungagung yang ditandai alun-alun berada segaris lurus dengan puncak Gunung Budheg ini. Gunung Budhe...

Naniura: Kuliner Tanah Batak

Gambar
Menu khas ikan mentah dari Tanah Batak. Bergetar lantaran aneka rempah. Naniura adalah salahsatu versi ikan segar yang dimakan mentah di dunia. Menu ini hanya dikenal orang Batak (Toba). Resepnya relatif sederhana: ikan mas (Cyprinus) yang hidup dibelah dan dilepas tulangnya sehingga menjadi semacam fillet .  Daging ini lalu dituang ramuan rempah berbahan dasar asam/cuka. Daging ikan segar ini tak dimasak, hanya didiamkan beberapa saat untuk membiarkan ramuan rempah tadi meresap.  Sederhana tampaknya. Justru yang “kaya” adalah rempah yang dipakai: s elain andaliman ( Zanthoxylum acanthopodium ), kemiri ( Aleurites moluccanus ), ketumbar ( Coriandrum sativum ), serai ( Cymbopogon citratus ) dan asam gelugur atau kala ( Garcinia atroviridis ), ditambahkan juga kecombrang ( Etlingera elatior ) dan air asam dari cuka atau jeruk limau.  Semua rempah ini adalah kekayaan dataran tinggi Toba yang memang tak mudah diperoleh secara bersama-sama di tempat lain. ...

Sejarah Minum Beralkohol di Indonesia

Gambar
Minuman beralkohol di Indonesia memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan peradaban di Negeri ini. Bentuk paling dasar minuman beralkohol di Indonesia adalah sadapan dari cairan tumbuhan (soma), yang lazim diambil dari pepohonan genus Palmae. Cairan ini didiamkan atau diolah lebih lanjut sehingga meningkat kadar etil-alkoholnya akibat peragian-sendiri di dalam cairan itu sehingga memberi rasa nikmat/segar ketika dikonsumsi. Tumbuhan Palmae yang lazim disadap cairannya adalah aren ( Arenga pinnata   Merr), nipah ( Nypa fruticans ) dan siwalan ( Borassus flabellifer ). Sadapan dari aren, nipah maupun siwalan mengandung gula sederhana (sakarosa) 1-2% yang mudah mengalami peragian apabila dibiarkan dalam suhu ruang. Kebiasaan meminum nira ( soma ) ini diduga sudah setua migrasi suku-bangsa Maleanesia yang datang ke Indonesia lebih dari 10.000 tahun sebelum Masehi. Meminum sadapan ini juga berkaitan dengan kebiasaan mengunyah pinang (atau   piru ...

Pantai Sadeng: Muara dari Bengawan Solo pada Zaman Purba

Gambar
Seandainya bagian selatan Pulau Jawa tidak terangkat oleh kekuatan alam berjuta tahun lalu, maka almarhum Gesang – pencipta lagu keroncong terkenal berjudul Bengawan Solo – tidak akan pernah menulis syair lagunya seperti yang kita kenal sekarang. Alkisah, sungai terpanjang di Jawa ini dulunya tidak mengalir jauh ke utara seperti yang disyairkan Ges ang, malah mengalir ke selatan, langsung bermuara ke Laut Selatan. Alur bekas sungai Bengawan Solo dari zaman purba di Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul, DIY. Ihwalnya adalah pertemuan dari dua tubir lempeng tektonis – yang kita sebut dalam literatur geologi sebagai Lempeng Asia dan Australia. Tumbukan ini menyebabkan Lempeng Australia menghunjam ke bawah Pulau Jawa, mengakibatkan pulau ini pun perlahan-lahan terangkat di bagian selatan. Peristiwa pengangkatan yang terjadi sekitar 4 juta tahun silam ini, telah merubah wajah Pulau Jawa. Sungai-sungai besar di Jawa, berubah mengalir ke utara karena di sebelah selatan tumbuh...

Buyut Perempuan

Gambar
Angela Payër (meninggal 1915) dilahirkan di Pulau Haruku, beberapa kilometer dari Tulehu, Ambon. Pada tahun 1900 dia menikah dengan voorganger (guru Injil) bernama Yakobus Saptenno di Ambon. Dia menjadi isteri kedua, setelah isteri pertama dari guru Injil itu meninggal dalam bencana tsunami 1899 (Banjir Ambon). Dalam pernikahan ini dilahirkan beberapa anak, yakni: Augustinus Saptenno (Opa Agus), Anna Saptenno (Oma An), Yakobus Saptenno (Opa Yop), Johannes Saptenno (Opa Janus) dan Josephine Saptenno (Oma Yos). Foto ini tidak diketahui tanggalnya. Dari rahim Angela inilah, nenek saya (Josephine) dilahirkan 15 Juli 1914. Doa saya bagi mereka dalam istirahat yang damai.

Kupu-Kupu dan Sang Biksu

Gambar
Seorang biksu pulang dari mengumpulkan ranting-ranting pohon untuk kayu bakar dan dalam perjalanan pulang berjumpa seorang pemuda yang baru saja menangkap seekor kupu-kupu di genggaman tangannya. Pemuda ini berkata kepada biksu: “Biksu, bagaimana kalau kita bertaruh?”  “Bagaimana?” tanya biksu. "Coba tebak, apakah kupu-kupu dalam genggamanku ini hidup atau mati. Kalau kamu kalah, sepikul ranting itu jadi milikku!” jawab si pemuda. Sang biksu setuju, lalu menebak, “Kupu-kupu dalam genggamanmu itu mati.” Sang pemuda tertawa tergelak, “Biksu, salah!”  Dia membuka genggamnya dan kupu-kupu itu pun terbang pergi. Sang biksu berkata, “Baiklah, ranting ini milikmu.” Seusai itu dia menaruh pikulan kayu bakarnya dan pergi dengan gembira. Si pemuda TIDAK mengerti kenapa sang biksu begitu gembira, tapi mendapat sepikul ranting membuatnya riang dan dibawanya pulang. Di rumah, ayah pemuda itu bertanya soal asal muasal sepikul ranting itu. Si pemuda dengan bangga menceritakan ki...