Postingan

Pantai Sadeng: Muara dari Bengawan Solo pada Zaman Purba

Gambar
Seandainya bagian selatan Pulau Jawa tidak terangkat oleh kekuatan alam berjuta tahun lalu, maka almarhum Gesang – pencipta lagu keroncong terkenal berjudul Bengawan Solo – tidak akan pernah menulis syair lagunya seperti yang kita kenal sekarang. Alkisah, sungai terpanjang di Jawa ini dulunya tidak mengalir jauh ke utara seperti yang disyairkan Ges ang, malah mengalir ke selatan, langsung bermuara ke Laut Selatan. Alur bekas sungai Bengawan Solo dari zaman purba di Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul, DIY. Ihwalnya adalah pertemuan dari dua tubir lempeng tektonis – yang kita sebut dalam literatur geologi sebagai Lempeng Asia dan Australia. Tumbukan ini menyebabkan Lempeng Australia menghunjam ke bawah Pulau Jawa, mengakibatkan pulau ini pun perlahan-lahan terangkat di bagian selatan. Peristiwa pengangkatan yang terjadi sekitar 4 juta tahun silam ini, telah merubah wajah Pulau Jawa. Sungai-sungai besar di Jawa, berubah mengalir ke utara karena di sebelah selatan tumbuh...

Buyut Perempuan

Gambar
Angela Payër (meninggal 1915) dilahirkan di Pulau Haruku, beberapa kilometer dari Tulehu, Ambon. Pada tahun 1900 dia menikah dengan voorganger (guru Injil) bernama Yakobus Saptenno di Ambon. Dia menjadi isteri kedua, setelah isteri pertama dari guru Injil itu meninggal dalam bencana tsunami 1899 (Banjir Ambon). Dalam pernikahan ini dilahirkan beberapa anak, yakni: Augustinus Saptenno (Opa Agus), Anna Saptenno (Oma An), Yakobus Saptenno (Opa Yop), Johannes Saptenno (Opa Janus) dan Josephine Saptenno (Oma Yos). Foto ini tidak diketahui tanggalnya. Dari rahim Angela inilah, nenek saya (Josephine) dilahirkan 15 Juli 1914. Doa saya bagi mereka dalam istirahat yang damai.

Kupu-Kupu dan Sang Biksu

Gambar
Seorang biksu pulang dari mengumpulkan ranting-ranting pohon untuk kayu bakar dan dalam perjalanan pulang berjumpa seorang pemuda yang baru saja menangkap seekor kupu-kupu di genggaman tangannya. Pemuda ini berkata kepada biksu: “Biksu, bagaimana kalau kita bertaruh?”  “Bagaimana?” tanya biksu. "Coba tebak, apakah kupu-kupu dalam genggamanku ini hidup atau mati. Kalau kamu kalah, sepikul ranting itu jadi milikku!” jawab si pemuda. Sang biksu setuju, lalu menebak, “Kupu-kupu dalam genggamanmu itu mati.” Sang pemuda tertawa tergelak, “Biksu, salah!”  Dia membuka genggamnya dan kupu-kupu itu pun terbang pergi. Sang biksu berkata, “Baiklah, ranting ini milikmu.” Seusai itu dia menaruh pikulan kayu bakarnya dan pergi dengan gembira. Si pemuda TIDAK mengerti kenapa sang biksu begitu gembira, tapi mendapat sepikul ranting membuatnya riang dan dibawanya pulang. Di rumah, ayah pemuda itu bertanya soal asal muasal sepikul ranting itu. Si pemuda dengan bangga menceritakan ki...

Kehidupan di sebuah Pabrik Gula di Jawa Timur

Gambar
Ini sebuah foto yang menyentuh hati saya, karena memotret suatu peristiwa yang manusiawi. Dalam foto ini terekam sebuah gambaran kehidupan di pabrik gula pada masa lalu. Kehidupan yang saat itu "indah" bagi anak-anak kecil ini. Foto ini diambil di PG Kremboong di Porong, Jawa Timur, bertempat di halaman belakang rumah dinas no 13 dari pabrik tersebut. Foto ini diambil sekitar tahun 1950. Berdiri di belakang Leo Geyp, Robby Ingenluyf, Ita Geyp. Berlutut di depan adalah Luki Ingenluyf dan Ronald Frederick Tomasowa. Di sebelahnya terdapat Rosalind Saptenno, Jocelyn Arthur Tomasowa, Francien Herlen Tomasowa dan Joyce Nelly Tomasowa. Mereka adalah paman dan bibi saya. Staf PG Gempolkrep tahun 1960, pada foto ini tampak kakek saya, Jonathan Tomasowa (berdiri nomor 4 dari kiri) dan Oma Yosephine Saptenno (duduk nomor 4 dari kiri). PG Gempolkrep adalah salah satu pabrik gula yang dimiliki NV Kooy en Coster van Voorhout. Pabrik ini didirikan pada tanggal 5 januar...

Kakek Saya

Gambar
Almarhum Jonathan Tomasowa (lahir di Ouw, Saparua, 15 April 1908). Sebagai anak tertua dari lima bersaudara, dia sudah ditempa kehidupan yang keras. Ayahnya, Augustinus Tomasowa, meninggal saat adiknya yang terkecil belum dapat berjalan. Ibunya, Herlen Leiwakabessy, membesarkan anak-anaknya seorang diri. Ibunya bekerja membuat peralatan rumah tangga dari gerabah (tanah liat). Dari ke empat ora ng adiknya, salah seorang (juga) bernama Augustinus Tomasowa (Opa Agus), lalu Daniel Tomasowa (Opa Daan), Petrosina Tomasowa (Oma Peto), Elizabeth Tomasowa (Oma Betsy) dan Selina Tomasowa (Oma Selina). Setelah adiknya (Opa Agus) meninggal, sekitar tahun 1950, dia menambahkan "Augustinus" pada namanya.  Pada usia 10 tahun dia dibawa oleh kakak tertua dari ibunya, Willem Leiwakabessy (Opa Bing) ke Jawa, bersama 3 orang sepupu lain (Frans, Petrus dan Adolf Leiwakabessy). Mereka tinggal di Krembangan, Surabaya. Opa Bing saat itu bekerja di rumah gadai. Sejak u...

Cucu Terkecil Raja Myanmar Terakhir

Gambar
Untuk pertama kalinya setelah 76 tahun, cucu terkecil Thibaw, raja terakhir Myanmar, tampil depan umum di Yangoon. Putri Hteik Su Phaya Gyi (92 tahun) berbicara di depan Rotary Club akhir Maret 2016 silam.  Beliau mengulangi peristiwa serupa ketika berusia 16 tahun. Saat itu Inggris menjajah negeri tersebut dan usai menyampaikan pidato yang mengeluhkan korban jiwa dalam sebuah demonstrasi di ibukota Myanmar, beliau dipaksa kembali ke "tahanan rumah." Monarki Myanmar memang ta k banyak diketahui umum karena sekian lama disembunyikan dalam "kesunyian." Raja Thibaw dan keluarganya diasingkan ke India setelah armada Inggris menyerbu Mandalay pada 1885.  Pada 1919, tiga tahun setelah Thibaw meninggal, keluarganya diizinkan kembali ke Yangoon. Mereka tinggal di negeri itu namun tak boleh tampil di umum dan dibatasi perannya, semacam dikenai "tahanan rumah." Putri dengan keanggunan yang tergurat di wajahnya ini memang tak hadir dalam kemeriahan yang m...

Bakso Khas Malang: Kudapan Resmi Republik

Banyak kudapan ringan yang dikenal di Indonesia. Namun, siapa warganegara Republik Indonesia yang belum pernah mendengar bakso? Bahkan, bakso akan menjadi salah satu suguhan bagi Presiden Amerika Serikat, Barack Obama jika beliau jadi bertandang ke Indonesia tahun 2010. Kendati isinya nyaris sama, daging bercampur tepung yang dibentuk bulat dan disiram kuah kaldu, bakso memiliki banyak variasi. Bakso versi Solo terdiri dari bola daging dibubuhi irisan sayur dan bihun. Sedangkan bakso khas Yogyakarta hanya terdiri dari irisan tipis tahu dan bakso goreng yang disajikan bersama mi dan bihun berkuah. Sebaliknya, irisan tahu dan bakso goreng ini tak ada di sajian bakso khas Wonogiri. Sedangkan bakso khas Sunda malah mencampurkan tauge dalam kuahnya. Di antara sedemikian banyak variasi, Kota Malang juga punya sajian khas bakso. Tidak ada yang dapat mengatakan sejak kapan bakso identik dengan kudapan khas Kota Malang. Selain ditambah variasi cacahan daging yang dibulatkan – disebut pe...