Postingan

Pantai Papuma

Gambar
Deretan batuan yang dahulu merupakan pipa lahar ( dike ) tersisa di sepanjang garis pantai luar. Salah satu dike  dekat dengan pantai, tampak gagah saat surut air laut. Saat ini, Pantai Papuma menjadi alternatif wisata di Kabupaten Jember. Pantai Papuma di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur memiliki keunikan tersendiri, lantaran dihiasi batuan tegak di sepanjang luar pantai yang menghadap laut bebas. Batuan dari lahar beku (andesit) ini adalah pipa lahar ( dike ) dari magma gunung-gunung berapi purba. Di atas batuan keras ini terdapat lapisan kapur yang berwarna lebih terang, dari periode Miosen yang datangnya lebih kemudian. Ketika bagian selatan Pulau Jawa terangkat, maka sebagian dasar laut ini terangkat, kemudian terkikis oleh abrasi dan erosi sehingga akhirnya menyisakan deretan pipa lahar yang lebih keras.

Jamuan Makan Malam Semasa Hindia Belanda

Gambar
Jamuan malam dari manajemen Pabrik Gula (PG) Somobito tahun 1938 di Rumah Makan Hellendoorn, Tunjungan, Surabaya. Rumah makan ini dulunya terletak di depan (bekas) Toko Nam. Pada belakang foto ini ada tulisan tangan dari almarhum nenek saya, Josephine Saptenno mencatat nama-nama mereka yang hadir.  Dari kiri ke kanan: Mr J. Tomasowa, Mr Holms, Mevr Ingenluyf, Mr van Clast, Mevr Appel, Mr de Kok, Mevr Kolman, Mr Ingenluyf, Mevr Do mingo, Mr Appel, Mevr Kirvel, Mr Berkerveld, Mevr van Clast, Mr Kervel, Mevr Berkerveld, Mr Raad van Oldenbannenveld, Mevr de Kok, Mr Domingo, Mevr Holman, Mr Kolhman, Mevr Hongeveld, Mr van der Putte, Mr Hongeveld dan Mevr van der Putte. PG Somobito didirikan pada tahun 1892 oleh Erven Eilbracht di Desa Sumobito, Jombang. Pada tahun 1912 pabrik gula ini dibadan-hukumkan sebagai NV Somobito berkedudukan di Surabaya, Jawa Timur. Setelah Perang Dunia ke II terjadi repatriasi (pemulangan kembali) warganegara Belanda. Sehingga NV Somobito digabung deng...

Antonio Mario Blanco dan Ni Ronji

Gambar
Pelukis keturunan Spanyol ini menabalkan dirinya sebagai pecinta keindahan di Pulau Dewata. Tatapan Antonio Mario Blanco seakan menembus kegelapan, sepasang mata pelukis ini tak dapat berpindah dari panggung kecil di mana sebuah pertunjukan tari sedang berlangsung. Saat itu adalah: awal 1951. Tempatnya: puri Raja Ubud, Bali. Penerangan: lampu minyak kelapa. Adapun Antonio - pelukis keturunan Spanyol yang dilahirkan di Manila, Filipina, adalah tamu dari sang raja. Dia telah berkeliling Indonesi a, sebuah negara yang baru merdeka, dan atas saran sesama pelukis - Walter Spies dan Rudolf Bonnet - datang ke Bali, pulau milik para Dewata. Pertunjukan tari di puri Raja Ubud menjadi titik di mana Antonio memutuskan untuk menetap di Bali dan ... menikahi penari utama malam itu, Ni Ronji. Tak pelak, ketertarikannya pada Ni Ronji adalah jawaban atas energi yang menggelegak dalam dirinya sejak lama.  Sebagai anak seorang dokter asal Spanyol, Antonio bangga akan energi khas mediterenia ...

Nike Ardilla: Penyanyi Melodramatis 1980-an

Gambar
Jika dilahirkan di Amerika Serikat pada masa generasi bunga, maka Nike Ardilla alias Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi barangkali akan mengikuti garis nasib Janis Lyn Joplin, penyanyi  blues  Amerika Serikat yang meninggal pada usia muda dan  menjadi  icon  dalam musik pop.  Seperti halnya Joplin, gadis kelahiran Bandung 29 Desember 1975 ini juga meninggal secara tragis pada saat berada pada puncak karirnya. Namun berbeda dengan penyanyi blues kebanggaan Amerika tersebut, yang wafat lantaran kelebihan zat psikotropika, Nike justru meninggal karena kecelakaan mobil di Jalan Martadinata, Bandung yang dikendarainya suatu malam usai berpesta dengan teman-temannya.  Jika ditengok, maka karier musik Nike di dunia hiburan dimulai serba cepat ketika pada 1987 ibunya membawa Nike ke Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia (HAPMI) asuhan Djadjat Paramor. Di sana dia bertemu Deni Kantong, guru menyanyi dan Deni Sabrie yang kemudian menjadi manajernya. Ka...

Kisah Tugu Kota Malang

Gambar
Presiden Republik Indonesia, Soekarno meresmikan Tugu Kota Malang 20 Mei 1953 Dalam sebuah aksi gerak cepat pada bulan Juli-Agustus 1947 Tentara Kerajaan Belanda berhasil menguasai kembali Kotapraja Malang. Mereka menembus garis demarkasi yang ditarik antara Surabaya dan Pasuruan, serta menduduki kota di dataran tinggi ini yang telah dibumihanguskan para pejuang Republik Indonesia. Hampir setahun lamanya Kota Malang diduduki Belanda, namun acap diganggu gerilyawan dari Tentara Republik Indonesia (TRI) Brigade VII dan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).  Untuk mengendurkan semangat para gerilyawan yang acap mengganggu maka pada 23 Desember 1948 monumen  berbentuk bambu runcing di depan kantor Kotapraja Malang diledakkan menggunakan dinamit. Sekian tahun kemudian (setelah Republik Indonesia diakui kemerdekaannya dan perang revolusi berakhir) monumen itu dibangun kembali. Presiden Republik Indonesia, Ir Soekarno lantas memperoleh kesempatan meresmikan kembali tugu ya...

Dari Micky Jaguar sampai Silvia Saartje: Pemusik Rock dari Malang

Gambar
Konon, pada tahun 1970 hingga awal 1990-an, Malang pernah disebut sebagai barometer musik Nusantara. Penonton musik di Malang, diakui berbagai grup musik memiliki antusiasme dan sikap kritis.  Micky Merkelbach alias Micky Jaguar (sumber: blog Remmy Soetansyah, 2010) Konon, jika sebuah grup musik berhasil tampil prima dan diterima pentasnya di kota dingin ini, maka kualitas penampilan mereka pasti dapat diterima masyarakat Nusantara. Sebaliknya bila tidak, jangan harap grup itu bertahan. Meskipun pernyataan itu tampak berlebihan, tapi Malang – sebagaimana halnya Jawa Timur, memang wilayah dalam khazanah kesenian yang sangat dinamis. Beberapa pemusik terkenal bangkit dari kota ini. Mereka pada zamannya mengangkat Malang ke peta musik Nusantara. Jauh sebelum teknologi terbeli, naluri untuk merangkai nada dan membesutnya sampai ke puncak, membuat mereka dikenal sebagai para perintis. Sebutlah nama Micky Markelbach (1950-1986), penyanyi rock blasteran Malang dan Jerm...

Banjir Dahsyat di Surakarta pada 24 Februari 1861

Gambar
Plakat penanda banjir (warna putih) terletak di sebelah kanan gerbang. Terjemahan dari Bahasa Belanda: (posisi) tertinggi air pada 24 Februari 1861 Tinggi plakat dari lantai dasar gerbang adalah 2 meter lebih. Tampak proporsional dari Gerbang Benteng Vastenburg di Surakarta Tidak banyak orang mau mengenang bencana. Sesuatu yang traumatis tentu tidak menyenangkan untuk diingat. Namun, catatan akan bencana juga penting sebab membawa kebijakan dalam membaca alam. Selain banjir besar yang pernah tercatat merendam Surakarta pada 13-14 Maret 1966, ternyata masih ada sebuah banjir lain yang lebih dahsyat menenggelamkan kota ini. Bekas banjir ini direkam pada gerbang Benteng Vastenburg. Benteng Vastenburg adalah  peninggalan Belanda yang terletak di kawasan Gladak, Surakarta. Benteng ini dibangun pada 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron von Imhoff dan merupakan bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta...